Jatuh cinta memang indah dan membuat kita bahagia bahkan selalu
berbunga-bunga. Apapun akan dilakukan demi orang yang kita sayangi
walaupun harus melakukan hal diluar akal logika.
Cinta juga datang tiba-tiba, kepada siapa dan kapan waktunya itu tidak
ada yang tau. Bahkan kita sendiri bertanya-tanya, kok bisa jatuh cinta
dengan dia. Yaa seperti orang jawa bilang Witing Tresno Jalaran Soko
Kulino, cinta datang karena terbiasa dan sering ketemu.
Mungkin hal itulah pula yang terjadi dengan saya. Saya jatuh cinta
dengan seorang cowok yang kebetulan adalah teman saya sendiri. Awalnya
saya sama sekali tidak tertarik dengan dia karena ia sangat pendiam.
Hingga akhirnya saya harus 1 kelompok dengan dia membuat film dokumenter
dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Semakin sering bertemu,
ngobrol kami pun menjadi akrab sampai pada suatu saat ia pingsan
dilokasi tempat kami syuting tugas film.
Semua panik terutama saya karena sejujurnya saya mulai menyukai dia.
Kami pun langsung membawanya ke rumah sakit terdekat sambil menunggu
orang tuanya datang. Tanpa sengaja saya mendengar percakapan orang
tuanya dengan dokter dan mengatakan bahwa anaknya mengidap penyakit
kanker.
Saya pun langsung terjatuh lemas karena orang yang saat ini saya sayangi
terkena penyakit kanker. Semakin kesini kondisi kesehatannya pun
semakin menurun dan saya dengan setia menemaninya. Tak ada hal lain yang
terlintas difikiran saya selain ingin menemaninya dengan sepenuh
cinta.
Sedih rasanya setiap melihat ia meringis kesakitan tapi tak ada yang
bisa saya lakukan selain memberikan semangat. Saya hanya bisa berdoa
kepada Tuhan untuk memberikan yang terbaik untuknya.
Bulan demi bulan berlalu begitu cepat sampai tiba saya harus
mengikhlaskan kepergian orang yang saya sayangi untuk selamanya. Saya
pun mencoba untuk tegar walaupun sebenarnya saya sangat sedih. Tapi saya
harus berbesar karena mungkin itu jalan yang terbaik. Tenang disana
yaa sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar